Monday, 10 January 2011

Wanna be my other self

Mungkin aku memang terlalu berharap lebih.

Ah, biar saja. Toh, sebenarnya akupun sudah siap menerimanya.

Paling-paling hanya menambah satu-dua goresan saja.

bohong kalau aku bilang tak sakit, tapi aku cukup menikmatinya.

haha, aku ini memang makhluk paling egois. Semua hanya demi aku, aku dan hanya diriku.

Aku peduli pada orang lain, hanya demi memuaskan keinginanku saja.

Semua hanya tentang aku, aku dan hanya diriku. Selalu mengeluh jika gagal sedikit saja.

Seringkali aku merasa punya banyak sisi. Entah ada berapa. Yang jelas, masing-masing mempunyai cerminnya masing-masing. Punya kontradiksinya masing-masing.

Dan semuanya terkumpul, tercampuraduk menjadi satu.

Aku. 

Semuanya, masing-masing dari mereka,

adalah Aku.

Thursday, 18 November 2010

Heran

Akhir-akhir ni, hidup terasa seakan aku hanya terus 'berjalan', menjaga ritme, menjaga keseimbangan.

keep on walking and walking...

Yah, bukan berarti kerikil-kerikil itu lalu lenyap dan menampangkan jalan lurus mulus tanpa cacat terbentang di hadapku. Tapi tetap saja, goresan-goresan tak bertanggung jawab dari kerikil-kerikil menyebalkan itu tak terlalu menggangguku. Bukan, lebih tepatnya, tak terlalu kupedulikan. Atau tak lagi kurasakan?

Entahlah. Hanya saja, terasa seperti itu.

kakiku tak mungkin berhenti melangkah. Tapi, kalau kucoba perlambat sedikit tempo perjalananku, lalu kuperhatikan lagi jalan di hadapanku,

Aku tahu jalan mana yang harus kutempuh. bukan, lebih tepatnya, akan kutempuh.

Jalan itu masih berkelok-kelok, penuh kerikil-kerikil tajam berbagai ukuran. naik, turun, kadang berlubang atau tertutup lumut hijau tua licin atau pasir hisap membahayakan. Pokoknya, penuh tantangan. Sarat rintangan. bertabur jebakan.

tapi aku tak merasa apapun. takut, kaget, bahkan gugup atau pesimis pun tidak. Apalagi senang, lega atau bahagia. Tidak. tak ada emosi apapun. 

Saat kutengok ke belakangpun, dan kulihat jejak-jejakku yg beraneka ragam, terkadang dalam di lumpur atau bebercak darah kering, dan beberapa bahkan telah ditumbuhi rumput atau bunga, 

Aku tak merasa apapun.

Ah, ya. aku hanya merasa (atau lebih tepatnya berfikir?) satu hal. Heran. Hanya itu.

Questions of my Life--Where


Where am I?

Where did I come from?

Where am I head to?


Questions of my Life--Why


Why am I here?

Why do I have to be here?

Why am I questioning all of these?

Questions of my Life--What


What am I?

Am I the soul who felt everything?

Am I the body who walk and see?

Or am I only a mind who control this body?

What am I?

Monday, 15 November 2010

Plastik Pemakan Oksigen Nan Ajaib

Amosorb adalah bahan kimia serupa plastik yang mampu mengikat oksigen. Kemampuan ini oleh perusahaan pengemas makanan, Cadillac Products of Troy, Mississippi, AS, dibuktikan dengan cara melapiskan amosorb pada bagian dalam kantung pengemas makanan. Dengan demikian oksigen yang menyusup ke kantung bersamaan denganaktif.

Ketika diuji di lab. angkatan Bersenjata AS, terbukti roti yang tersimpan di dalamnya bisa tahan sampai tiga tahun! Pantas saja jika plastik amosorb bisa menyimpan makanan sampai berbulan-bulan. Di pasar swalayan ia bisa dipakai untuk mengemas buah dan salad agar tetap segar.

Bahan kimia lain yang juga mengikat oksigen dikembangkan di Australia oleh Commonwealth Science and Industrial Research Organisation (CSIRO). Cara kerjanya mirip Amosorb tapi agak lebih pintar. Molekul bahan kimia itu hanya akan aktif setelah menerima cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Tentu lebih efektif, karena dalam praktik bahan kimia itu baru aktif bila mendapat penyinaran lampu pada akhir proses pengemasan.

Lain lagi yang dilakukan perusahaan Autralia Warenhandels. Bahan kimia pengawet "melebur" dalam plastik dan tidak mengikat oksigen, tapi menghilangkan gas-gas yang membuat buah cepat matang.

Buah matang akan melepaskan ethylene. Kemudian gas ini juga akan memicu pematangan buah di sekitarnya. Dengan hilangnya gas ethylene, proses pematangan buah bisa diperlambat. Dalam praktik, bahan kimia itu efektif memperpanjang kesegaran buah, sayuran dan bunga. Plastik anti pembusukan itu diharapkan bermanfaat di daerah tropika dan subtropika.

Bahan kimia yang sama juga mampu mengikat amonia dan hidrogen sulfida, gas berbau busuk yang dihasilkan oleh bahan organik yang membusuk. Ia juga bisa menghilangkan bau tidak sedap dari kantung sampah.***

Mimin Mutmainnah seorang fotografer freelance yang menimba ilmu di salah satu Collage di Singapura. Kini di Indonesia membuka studio fotografi yang banyak didatangi berbagai media dan even. Silahkan kunjungi website: www.scuoladifotografia.com

Teknologi Mikrohidro Mudah Dan Murah

Teknologi Mikrohidro Warga Gunung Sawur

Untuk menghasilkan listrik dengan sumber energi ramah lingkungan, dapat dilakukan teknologi mikrohidro yang mudah dan murah. Itu sudah dibuktikan Sucipto, seorang warga Dusun Gunung Sawur di lereng selatan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, sejak 1985 pada usianya yang 22 tahun.

"Dasar teorinya ada, saya peroleh dari ST (sekolah teknik, setingkat SMP) dan STM (sekolah teknik menengah, setingkat SMA). Namun, pembuatan alat kelengkapan dan pengembangan teknik mikrohidro secara keseluruhan saya pelajari otodidak," kata Sucipto, saat ditemui di rumahnya, sekaligus untuk bengkel kerjanya, Selasa (21/7).
Untuk menghasilkan listrik dengan sumber energi ramah lingkungan, dapat dilakukan teknologi mikrohidro yang mudah dan murah. Itu sudah dibuktikan Sucipto, seorang warga Dusun Gunung Sawur di lereng selatan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, sejak 1985 pada usianya yang 22 tahun.

"Dasar teorinya ada, saya peroleh dari ST (sekolah teknik, setingkat SMP) dan STM (sekolah teknik menengah, setingkat SMA). Namun, pembuatan alat kelengkapan dan pengembangan teknik mikrohidro secara keseluruhan saya pelajari otodidak," kata Sucipto, saat ditemui di rumahnya, sekaligus untuk bengkel kerjanya.

KOMPAS.